Essai Iseng: Mengapa kita membaca
Saat ini kalian sedang membaca. Kira-kira sudah berapa kalimat yang sudah kalian baca hari ini? Di masa sekarang, kita dikelilingi oleh huruf dan angka. Kita tidak bisa lepas dari membaca, dari membaca buku pelajaran, novel hingga postingan sosmed dan papan iklan di jalan, tanpa sadar kita selalu membaca.
Bukan cuma untuk hiburan semata, membaca juga merupakan kebutuhan manusia saat ini. Bahkan firman pertama dari Allah adalah untuk membaca. Ini menandakan bahwa membaca itu sangatlah penting. Dengan membaca kita bisa mendapatkan informasi, hiburan dan sudut pandang baru.
Dengan membaca, kita bisa melihat ke dalam pemikiran sang penulis. Tulisan itu mencerminkan sang penulis secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa tulisan disusun berdasarkan suatu aturan dan berdasarkan kenyataan, bukan berdasarkan sudut pandang sang penulis contohnya seperti buku pelajaran, buku non fiksi dan dokumen. Ada juga penulis memilih kebebasan untuk berimajinasi, mengeksplorasi kata-kata dan membagikan pendapatnya kepada dunia.
Maka sejatinya buku bukanlah jendela dunia, namun buku adalah jendela pikiran sang penulis. Dengan membaca, kita bisa melihat dunia melalui kacamata sang penulis dan membaca bagaimana jalan pikirannya.
Membaca tidak lepas dari menulis. Jika tidak ada orang yang menulis, maka tidak ada yang bisa membaca. Di balik suatu tulisan pasti ada orang yang menulisnya, entah itu hanya coretan kata di dinding atau buku yang berlembar-lembar. Kadang kita lupa akan hal itu.
Kadang kita dengan mudahnya menulis komentar benci kepada orang lain tanpa memikirkan bahwa yang di seberang sana itu benar-benar seorang mausia seperti kita. Kadang kita terpesona melihat tokoh dalam buku tanpa sadar bahwa tokoh tersebut hanyalah boneka bayangan sang penulis.
Huruf dan bahasa adalah penemuan yang luar biasa. Seiring berkembangnya zaman, tulisan juga semakin berkembang. Sekarang dengan menata 26 huruf, memberi spasi dan tanda baca, kita bisa menghasilkan uang.
Kita bisa membuat dunia kita sendiri melalui tulisan. Kata-kata yang dirangkai menggambarkan bagaimana dunia kita. Kita bisa membangun kota impian kita melalui tulisan, menyetelnya menjadi zaman dahulu atau di masa depan. Kita juga bisa menentukan sendiri bagaimana kondisi masyarakat di sana, apa yang biasa mereka lakukan dan bagaimana cara mereka bertahan hidup di dunia tersebut.
Tulisan itu juga termasuk seni. Kita punya 26 huruf sebagai warna dasar, tanda kurung dan tanda petik untuk mengatur komposisi, tanda seru dan titik untuk mengatur gelap terang dan tanda koma untuk menyeimbangkan proporsi.
Tulisan bukan cuma untuk memberikan orang lain apa yang mereka ingin baca, tulisan juga bisa untuk mengekspresikan diri. Banyak orang yang tidak bisa mengekspresikan diri secara langsung, tulisan bisa menjadi alternatifnya.
Ketika menulis, tanpa sadar kita bisa mengungkapkan lebih banyak hal dibandingkan saat berbicara. Kita juga bisa menulis hal-hal yang ingin kita ingat suatu hari nanti. Membuat buku harian juga bagus untuk mengekspresikan perasaan kita.
Kita bisa mengekspresikan pengalaman sehari-hari melaui sudut yang berbeda dengan kata-kata yang indah dan beragam, dalam kasus ini, kita bisa menyebutnya sebagai puisi. Tidak ada batasan tertentu dalam puisi, selama itu indah dan memiliki makna maka itu adalah sebuah puisi.
Tulisan itu juga seperti lego. Kita bisa menatanya semau kita, memilih memakai potongan lego yang mana dan menjadikannya milik kita. Sependek apapun kalimat, jika itu yang anda tulis, maka itu adalah tulisan anda sendiri, satu-satunya di dunia.
Komentar
Posting Komentar