Review: Buku The Magic Library


Untuk rivew buku kali ini akan sedikit berbeda. Untuk memenuhi tugas TIK, saya menampilkan informasi buku dalam bentuk file seperti berikut:

 Saya yakin setelah melihat kata 'konspirasi' akan ada sebuah kerutan di kening anda. Tapi tenang, sebenarnya buku ini tidak seberat yang anda bayangkan. Malah, cerita ini cukup ringan untuk diikuti sampai akhir.

Seperti postingan saya sebelumnya, karya Jostein Gaarder memiliki ciri khas mirip seperti buku dongeng anak-anak. Tokoh utamanya pun juga masih diantara usia anak-anak dan remaja. Kisah yang khas dengan suasana petualangan juga membuat buku ini seru untuk disimak.

Walaupun cerita ini mengambil dua perspektif, jalan ceritanya telah disusun sedemikian rupa sehingga tidak terkesan berantakan ketika berganti sudut pandang. Konsep ceritanya juga unik dan cukup menarik untuk diikuti.

Buku ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama kita tidak akan menemukan percakapan langsung di antara kedua tokoh utama namun, kita akan melihat isi surat surat yang dikirimkan di antara kedua tokoh utama kita. Ini mirip seperti chat story namun berbentuk surat sehingga kita dapat lebih merasakan jarak diantara kedua tokoh utama. Nils dan Berit (tokoh utama buku ini) juga digambarkan memiliki gaya menulis yang berbeda sehingga kita juga bisa memahami sifat dan karakter walaupun hanya melalui surat.

Bagian kedua mulai menayangkan adegan di dunia nyata dimana Berit dan Nils menjalankan cerita secara langsung, bukan melalui berbalas surat). Di bagian kedua juga masih terjadi pergantian sudut pandang diantara Berit dan Nils.

Dari segi cerita, saya yakin buku ini cocok untuk pecinta buku dan orang yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang sejarah buku. Buku ini menggunakan beberapa referensi dari dunia nyata sehingga dapat menambah pengetahuan kita.


Rating saya untuk buku ini adalah 7,5/10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: Buku Semalam di Kereta Bima Sakti

Essai Iseng: Mengapa kita membaca